| Judul Buku | : KONSELING PEKERJA |
| Panduan Membina dan Memberdayakan | |
| Penulis | : Munawir Haris |
| ISBN | : 978-623-09-1130-9 |
| Jumlah halaman | : 254 |
Pada awalnya, kehadiran teknologi digital menimbulkan kecemasan dari kalangan pekerja. Mereka mencurigai mesin-mesin canggih akan menggantikan peran manusia, dan mereka tersingkir dari proses produksi. Kekhawatiran tersebut terutama muncul pada industri manufaktur yang memang padat karya. Tetapi kenyataannya yang terjadi tidaklah demikian. Mesin tidak menggantikan peran manusia, tetapi menuntut cara kerja baru. Cara kerja berbasis pengetahuan. Mesin mengambil alih pekerjaan kasar, dan pekerja melaksanakan tugas-tugas yang bernilai lebih tinggi dan manusiawi.
Penggunaan teknologi digital bukan hanya mengubah cara kerja, tetapi juga budaya kerja. Pada pekerjaan-pekerjaan kasar, sudah lumrah seorang supervisor atau manajer memberi instruksi keras. Memang sifat pekerjaan menuntut demikian. Tetapi pada pekerjaan-pekerjaan yang berbasis pengetahuan, supervisor dan manajer bekerja dengan cara-cara persuasif.
Sekarang perusahaan di seluruh dunia sedang menerapkan budaya kerja yang dikenal sebagai Respectful Workplace atau Tempat Kerja Yang Memartabatkan. Respectful Workplace menjadi tempat kerja yang aman di mana karyawan dihargai, diakui, diperlakukan dengan adil, memiliki ekspektasi yang jelas, dan bekerja secara harmonis.
Para ahli manajemen sebenarnya telah menyiapkan perangkat untuk mengelola pekerja secara bermartabat yaitu Coaching, Mentoring, dan Counseling (CMC). Ketiga metode tersebut menggunakan pendekatan persuasif atau nondirektif. Coaching digunakan untuk membantu pekerja yang memiliki kesenjangan kompetensi dan keterampilan. Mentoring merupakan metode untuk membantu pekerja mengembangkan profesionalisme mereka. Sedangkan Counseling (Konseling) merupakan metode untuk membantu pekerja yang mengalami masalah terkait mental dan perilaku kerjanya.
Manajer yang ingin mendorong terciptanya tempat kerja yang memartabatkan, harus memberi contoh. Harus bersedia menjadi model. Dalam mengelola pekerjanya, manajer perlu menggunakan metode Coaching, Mentoring, dan Counseling.
Buku ini dimaksudkan untuk membekali manajer menjalankan perannya secara manusiawi, yaitu menjadi konselor bagi pekerjanya. Bagi kebanyakan manajer mungkin masih asing dengan konseling pekerja, apa tujuannya, mengapa mereka harus menjalankan peran itu, apa manfaatnya dan bagaimana menjalankannya.
Buku Konseling Pekerja ini akan memberi jawaban pertanyaan-pertanyaan tersebut secara tuntas. Untuk memberi penjelasan secara komprehensif buku ini dibagi menjadi tiga bagian, yang dirinci menjadi 10 bab (di luar bab Pendahuluan)