Kebijakan pengelolaan limbah hasil produksi membutuhkan integritas dan kemampuan membaca kekuatan bisnis pengelola dalam kerjasama pengelolaan.
Nilai ekonomi limbah hasil produksi tidak hanya menarik bagi perusahaan tetapi juga menjadi incaran banyak pihak dari luar untuk dapat menguasai dan menjadi pengelola di dalam perusahaan.
Kelemahan dan ketidak pahaman masalah-masalah bisnis dan integritas dalam mengelola mitra bisnis limbah hasil produksi akan menimbulkan konflik bagi perusahaan seperti:
1. Konflik di internal para pekerja terkait
2. Konflik dengan pengelola
3. Konflik dengan pemerintah desa
4. Konflik dengan LSM-LSM
5. Konflik dengan pemerintah daerah
6. Konflik dengan aparat
7. Konflik diantara konflik antar pengelola
Konflik-konflik di atas telah terjadi dibanyak perusahaan manufaktur, karena sebab-sebab sebagaimana disebutkan pada pengantar di atas. Karena itu menajadi pelajaran yang sangat penting untuk memulai pengelolaan limbah hasil produksi secara professional.
Buku ini menjadi referensi dalam membuat kebijakan dan atau menyesuiakan kebijakan agar tidak terulang kembali masalah yang sama di kemudian hari.
Semoga bermanfaat bagi pengambil kebijakan dalam mempertimbangkan setiap keputusan pengelolaan limbah hasil produksi.