bg_image

Dalam model pembelajaran 70:20:10 yang diperkenalkan Michael Lombardo dan Robert Eichner, pembelajaran sosial (social learning) berkontribusi pada 20% hasil pembelajaran. Karena kontribusinya yang cukup besar, profesional tentu harus mengembangkan bentuk pembelajaran ini bagi karyawan.

Apa yang dimaksud dengan pembelajaran sosial? Konsep pembelajaran sosial diperkenalkan oleh Albert Bandura, dengan menggabungkan pendekatan perilaku pembelajaran dan kognisi. Menurut teori ini, kompetensi dapat dipelajari orang dari satu sama lain melalui pengamatan, peniruan dan pemodelan.

Pembelajaran sosial merupakan bentuk pembelajaran paling tua dan paling natural. Secara alami orang menambah pengetahuan, keterampilan dan kemampuan beradaptasi melalui interaksi dengan orang lain. Wajar jika bentuk pembelajaran ini berdampak besar pada perubahan perilaku.

 pembelajaran1 

Keunggulan Pembelajaran Sosial

Dalam pengembangan karyawan di tempat kerja, pembelajaran sosial memiliki sejumlah keunggulan yaitu:

Efisien. Karena dilakukan sesama rekan kerja, pembelajaran sosial dapat dijalankan tanpa meninggalkan tempat kerja. Bahkan dengan bantuan teknologi, karyawan yang tempat kerjanya saling berjauhan masih dapat saling belajar.

Efektif. Pembelajaran sosial efektif untuk meningkatkan hampir semua jenis kompetensi. Baik hard competency maupun soft competency  dapat dipelajari dengan baik dengan meniru dan mempraktikkan secara berulang-ulang. Apalagi kalau pembelajaran ini bisa langsung diterapkan di tempat kerja.

Antusiasme. Belajar dari dan dengan sesama rekan, menimbulkan suasana serius tetapi santai. Engangement  dan antusiasme belajar meningkat, karena keakraban di antara para pembelajar.

Menumbuhkan budaya belajar. Karena pembelajaran sosial menyatu dengan interaksi sosial di tempat kerja, maka budaya belajar akan tumbuh di tempat kerja. Budaya belajar merupakan modal dasar untuk menambahkan semangat peningkatan dan inovasi di perusahaan. 

Bentuk pembelajaran sosial

Meskipun pembelajaran sosial cenderung berlangsung secara natural, profesional SDM perlu mendesain bentuknya sesuai kebutuhan dan tujuan. Berikut ini adalah format pembelajaran sosial yang dapat diterapkan di tempat kerja.

Coaching. Coaching adalah  bentuk bimbingan kepada karyawan untuk mencapai tujuan/kinerja tertentu. Dalam coaching sebenarnya bisa ditunjuk coach profesional untuk membimbing karyawan, namun dalam praktik perusahaan biasanya menunjuk atasan untuk menjadi coach  bagi bawahannya. Perusahaan biasanya menetapkan salah satu tugas manajer adalah membimbing  (coaching) bawahannya untuk mencapai kinerja tertentu.

Mentoring. Mentoring merupakan bentuk pembelajaran sosial di mana karyawan yang lebih senior atau lebih ahli membantu rekan kerjanya untuk menguasai keterampilan/keahlian tertentu. Dalam praktik perusahaan menunjuk karyawan yang lebih senior untuk membimbing yang lebih junior, yang lebih berpengalaman untuk membimbing yang kurang berpengalaman.

Shadowing. Shadowing merupakan bentuk pembelajaran sosial di mana karyawan belajar dari karyawan lain yang lebih berpengalaman dengan cara mengamati (observasi) dan meniru (imitasi) cara kerjanya. Karyawan baru atau yang belum berpengalaman mengamati cara kerjanya, kemudian meniru untuk mempraktikkannya. Dalam mempraktikkan ilmu atau keterampilan baru tersebut, karyawan mendapat dari rekannya yang dicontoh tersebut.

Forum diskusi. Forum diskusi merupakan bentuk pembelajaran sosial paling cair,  di mana karyawan bertukar pengalaman dan gagasan. Dua bentuk forum dikusi yang paling umum adalah Community of Expetise (COE) dan Community of Practisioner (COP). Dalam COE karyawan yang menekuni bidang tertentu (misalnya engineering, pemrograman, mesin, eletrinika) berbagi pengetahuan dan pengelaman baru. Dalam COP, karyawan yang bekerja pada fungsi tertentu (seperti pemasaran, produksi, supervisi, pengendalian mutu) berbagi pengalaman atau teknik baru.

Diskusi ini dapat dilakukan secara off-line berupa sharing session ataupun secara online melalui platform pembelajaran. Oleh karena itu, untuk meningkatkan fungsi forum dikusi ini, penting bagi perusahaan menyediakan platform pembelajaran dan knowledge management. Dengan platform ini, karyawan bisa mengakses pengetahuan yang diperlukan sesuai dengan membutuhkan mereka.

 pembelajaran2 

Penerapan Social Learning

Dalam pengembangan karyawan, social learning diterapkan secara terintegrasi dengan metode pembelajaran yang lain yaitu experiential learning  dan instructional learning (pembelajaran formal). Fungsi dari social learning tertutama untuk memperkaya dan memperkuat experiential learning. Biasanya pembelajar berbasis pengalaman (experiential learner) dibantu dalam menerapkan ilmu atau cara baru yang dipelajarinya dengan bantuan coaching untuk mencapai tujuan dan mentoring  untuk penerannya. Sementara itu, forum-forum diskusi bermanfaat untuk memperkaya pengalaman.

Instructional learning (pembelajaran formal)terutama bertujuan untuk menguasai dan meningkatkan pengetahuan. Karena berlangusung dalam kelas formal (baik secara off line maupun online), metode ini agak lemah datri segi penerapannya. Pembelajaran sosial, terutama shadowing dan mentoring dapat memperkuat aspek penerapannya.

Referensi HR

Kategori :

Pembelajaran dan Pengembangan

Tanggal :

16 Pebruari 2024

Join HRManufaktur PRO

HR Manufaktur Indonesia hadir untuk mendampingi para profesional HR manufaktur untuk menguasai pengetahuan dan kompetensi baru tersebut