bg_image

pesimis 

Sungguh menyebalkan kalau kita harus bekerja sama dengan orang yang gampang mengeluh dan tidak termotivasi. Repotnya, emosi negatif itu menular. Secara tidak sadar, kita bisa terpengaruh. Lebih berbahaya lagi, dalam keadaan tertentu (misalnya saat terjadi perubahan dalam organisasi), sikap negatif ini menyebar dengan cepat. Sikap pesimisme ini menjalar ke seluruh tim, yang pada akhirnya berdampak pada organisasi secara keseluruhan.

Orang dengan sifat negatif seperti di atas disebut sebagai pesimis. Nah, apa yang harus Anda lakukan untuk tetap produktif dan kreatif meskipun bekerja sama dengan orang yang pesimis? Strategi apa yang bisa dijalankan untuk melindungi tim dari merebaknya sifat negatif ini?

Ciri Pesimisme

Pesimisme sebenarnya berada dalam pikiran dan sikap. Kita bisa mengenalinya melalui perilaku yang diungkapkan. Inilah perilaku orang yang pesimis.

Mengeluh dan merasa terbebani. Orang pesimis mengeluhkan banyak hal mulai dari perilaku orang lain, pekerjaan yang sulit, fasilitas kerja yang tidak memadai atau gaji kecil. Mereka merasa semua kesulitan bersumber dari luar dan tidak bisa ditanganinya.

Pandangan negatif. Mereka cenderung melihat segala sesuatu dari sisi negatif, meramalkan kegagalan, dan lebih fokus pada hal-hal buruk yang mungkin terjadi. Mereka tidak mampu mengidentifikasi peluang atau potensi positif dalam situasi tertentu. Mereka mungkin mengatakan: “Percayalah, cara ini pasti gagal. Saya sudah berkali-kali mencobanya.” Bahkan  mereka sudah menyerah sebelum mencoba menghadapinya.

Kehilangan semangat. Karena sudut pandang yang terlalu menekankan pada keburukan dan kegagalan, mereka menjadi tidak semangat  untuk bekerja dan mencoba hal-hal baru. Mungkin Anda sering mendengar ungkapan yang mematahkan semangat seperti ini: “Ngapain harus kerja keras, toh gajinya sama saja dengan yang santai.”

Dampak Rekan Kerja Pesimis

Rekan kerja yang pesimis selain merugikan dirinya sendiri, juga merusak orang di sekitarnya, termasuk tim dan organisasinya. Beberapa dampak utama dari rekan kerja yang pesimis termasuk:

Menurunkan semangat tim.  Rekan kerja yang pesimis dapat mengurangi semangat dan motivasi anggota tim lainnya. Sikap pesimistis mereka menular dan mempengaruhi persepsi umum tim terhadap tugas-tugas atau proyek yang dihadapi.

Menghambat inovasi dan kreativitas. Sikap pesimistis menghambat kreativitas dan inovasi dalam tim. Mereka cenderung menilai ide-ide baru secara skeptis dan fokus pada potensi kegagalan daripada sisi kesuksesannya.

Menurunkan Produktivitas.   Rekan kerja yang pesimis bisa mempengaruhi produktivitas secara keseluruhan dalam tim. Sikap ogah-ogahan juga bisa menular, dan sebagai akibatnya menghambat penyelesaian tugas.

Menciptakan suasana kerja negatif. Sikap pesimistis dapat menciptakan atmosfer kerja yang negatif di sekitarnya. Sikap dan pandangan negatifnya meningkatkan stres yang pada gilirannya menganggu kesejahteraan mental dan fisik anggota tim.

Menyebarkan ketidakpastian. Pesimisme rekan kerja dapat menyebarkan ketidakpastian di tempat kerja. Mereka cenderung mempertanyakan keputusan atau langkah-langkah yang diambil oleh tim atau manajemen, sehingga mempengaruhi stabilitas dan kepercayaan.

Menghambat kolaborasi.  Sikap pesimistis dapat menghambat kerja tim yang efektif. Rekan kerja yang pesimis mungkin tidak mau berkolaborasi dengan anggota tim lainnya dengan baik, sehingga menghambat pencapaian tujuan bersama.

Cara Mengatasi Orang Pesimis

Pahami latar belakangnya

Penting bagi kita untuk memahami mengapa seseorang bersikap pesimis. Orang pesimis meyakini bahwa peristiwa atau hasil negatif tidak dapat dihindari dan kita tidak memiliki kemampuan untk mengubahnya. Itulah sebabnya mereka sering mengeluh, tetapi tidak melakukan tindakan untuk mencegah atau meminimalkan risikonya.

Pandangan seperti bisa bersumber dari kegagalan masa lalu yang berulang-ulang sehingga tidak meyakini adanya kemungkinan berhasil. Penyebab berikutnya karena pendapatnya selalu direndahkan atau dipatahkan sehingga merasa gagasanya tidak akan berhasil.

Manfaatkan pandangan negatif

Melihat risiko atau aspek negatif tidak selalu salah. Bisa jadi risiko itu memang benar-benar ada dan terlewat dari pandangan orang yang  optimistis. Oleh karena itu tanyakan alasan mereka memiliki pandangan yang negatif. Kalau perlu si pesimis ini diberi peran resmi sebagai devil advocate (penantang gagasan).

Bantu mereka memahami kapan pesimisme mereka membantu dan kapan itu menyakitkan

Karena dosis sinisme yang sehat dapat membantu kelompok, kolega Anda yang kalah mungkin tidak menyadari dampak negatif kata-kata dan tindakan mereka terhadap orang lain. Bantu mereka melihat cahaya. Misalnya, Anda dapat mengatakan, "Ketika Anda membuat komentar negatif, tim akan terjebak."

 Jaga Komunikasi Terbuka

Membuka jalur komunikasi yang baik adalah kunci menghadapi si pesimis. Ajak rekan kerja pesimis untuk berbicara tentang perasaan dan kekhawatiran mereka. Dengan berbicara terbuka, Anda bisa mencari solusi bersama dan menciptakan lingkungan di mana mereka merasa didengar.

Fokus pada solusi, bukan pada masalahnya

Saat berdiskusi atau bekerja sama, arahkan perbincangan lebih kepada mencari solusi daripada terus-menerus membahas masalah. Jangan memasalahkan masalah. Ajak rekan kerja Anda untuk berfokus pada tindakan yang dapat diambil untuk memperbaiki situasi.

Berikan dukungan positif

Bantu rekan kerja Anda untuk melihat sisi positif dalam situasi yang sulit. Ajak mereka untuk memikirkan solusi atau strategi yang dapat membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi.

Tunjukkan bahwa Anda ada untuk membantu. Ajak mereka untuk bekerja sama dalam menyelesaikan tugas atau proyek yang sulit. Kolaborasi dapat membantu mengurangi beban dan meningkatkan semangat. 

Berikan umpan balik konstruktif kepada rekan kerja pesimis secara bijak dan sopan. Ajukan saran untuk membantu mereka memperbaiki sikap atau pendekatan mereka terhadap situasi.

Jaga sikap profesional

Bersikap sabar dan pengertian terhadap rekan kerja yang pesimis sangatlah penting. Beri waktu kepada mereka untuk mengatasi perasaan pesimisnya. Hindari tekanan atau memaksa mereka untuk berubah secara cepat. Penting untuk tetap profesional dalam menghadapi rekan kerja yang pesimis. Hindari konflik atau pertengkaran, dan fokuslah pada bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.

Jadilah Contoh Positif

Tetaplah positif dan optimis dalam sikap dan tindakan Anda. Menunjukkan sikap yang positif dapat mempengaruhi rekan kerja Anda secara positif dan membantu menciptakan atmosfer yang lebih baik di tempat kerja.

Ingatlah bahwa setiap orang memiliki tantangan dan perjuangan masing-masing. Dengan memahami dan memberikan dukungan, Anda dapat membantu rekan kerja yang pesimis untuk mengatasi hal-hal yang sulit dan berkontribusi secara positif dalam lingkungan kerja.

Referensi HR

Kategori :

Psikologi Manajemen

Tanggal :

25 September 2023

Join HRManufaktur PRO

HR Manufaktur Indonesia hadir untuk mendampingi para profesional HR manufaktur untuk menguasai pengetahuan dan kompetensi baru tersebut