
Apakah Anda pernah bekerja dengan atasan yang terlalu banyak ikut campur? Dia mengawasi cara kerja Anda sangat ketat dan detail? Selain itu, dia cerewetnya bukan main. Dia ingin Anda lapor setiap waktu. Dia tampak seperti tidak meyakini kompetensi Anda. Kalau itu yang Anda alami, mungkin Anda sedang berada di bawah kendali insecure bos. Atasan yang dilanda rasa khawatir dan takut.
Ciri-Ciri Insecure Bos
Berikut adalah beberapa perilaku paling umum yang ditunjukkan oleh atasan yang merasa tidak aman:
- Terlalu mengkhawatirkan pandangan orang lain terhadap dirinya.
- Sangat peragu ketika harus membuat keputusan, bahkan ketika risikonya tidak besar.
- Sering mengubah arah proyek atau pertemuan, terutama kalau mendapat saran seseorang yang berkuasa.
- Ingin tampak hebat dan penting. Dalam bentuknya yang berbahaya, insecure bos berani menjatuhkan orang lain demi dirinya kelihatan penting.
- Mencoba mengendalikan segala sesuatu, mulai dari proyek apa yang harus dilakukan, kapan dan di mana melakukannya, dan bahkan sampai bagaimana orang harus menyelesaikan pekerjaan.
- Mensyaratkan bahwa setiap keputusan dan detail mendapat persetujuan darinya.
- Tidak mengizinkan tim untuk berinteraksi dengan kolega dari departemen lain atau pemimpin senior. Tujuannya adalah untuk mengendalikan arus informasi dan sumber daya
Mengapa atasan, yang sebenarnya memiliki otoritas besar merasa tidak aman? Serangkaian penelitian menunjukkan bahwa rasa tidak kompeten merupakan sumber utama ketidakamanan psikologis. Ketika seseorang dipromosikan ke posisi senior diharapkan memiliki pengetahuan yang tinggi, kemampuan memimpin yang baik, lebih kompeten, dan memiliki akses informasi yang lebih luas. Tuntutan tersebut menghasilkan tekanan psikologis. Sebagai respons, pemimpin membangun benteng psikologis yang disebut sebagai "pertahanan ego". Pertahanan ego diwujudkan dalam berbagai tindakan untuk melindungi harga diri atau membenarkan tindakan. Orang dengan kekuasaan besar yang dihantui rasa takut cenderung bertindak lebih agresif dan pendendam.
Dampak buruk bekerja dengan atasan insecure
Ketika Anda bekerja dengan atasan yang insecure kemungkinan akan menerima risiko negatif berikut ini:
Kerugian psikologis. Atasan yang tidak aman cenderung tidak memercayai anak buahnya. Sebagai akibatnya bawahan diawasi terus menerus dan kompetensinya dipertanyakan. Atasan melakukan micromanage, yaitu ikut campur pada masalah teknis yang bahkan remeh temeh. Damaknya, sebagai bawahan Anda dilanda stres dan kecemasan. Bahkan yang lebih parah Anda mempertanyakan kompetensi Anda sendiri.
Potensi kerusakan karier. Demi menjaga tampak hebat di mata orang lain, atasan yang insecure terkadang tidak segan untuk mencatut prestasi Anda. Selain itu, dalam penilaian kinerja cenderung pelit sehingga tidak obyektif. Taktik ini digunakannya untuk menunjukkan bahwa dirinya pintar. Dalam jangka panjang perilaku ini akan merusak karier Anda.
Berdampak buruk terhadap bisnis. Karena egonya yang rapuh, atasan insecure cenderung tidak mendengarkan ide dan menolak umpan balik orang lain. Dalam pandangan manajer yang tidak aman, menerima umpan balik dan ide orang lain mencerminkan ketidakmampuannya menjalankan pekerjaan. Menerima ide orang lain sama saja dirinya tidak tahu apa-apa.
Bekerja dengan atasan insecure
Apa yang bisa Anda lakukan untuk bekerja dengan atasan yang merasa tidak aman? Coba ikuti beberapa tips berikut ini.
Pastikan Anda tidak salah menilai
Apakah setiap atasan yang mengawasi anak buahnya secara ketat merasa tidak aman? Belum tentu. Beberapa atasan melihat pekerjaan yang dilakukan anak buahnya sangat vital, sehingga perlu memberi perhatian khusus. Cobalah untuk bersikap objektif. Hanya karena seseorang tidak memimpin dengan cara yang Anda inginkan tidak berarti bahwa mereka tidak yakin pada diri mereka sendiri. Pemimpin selalu memiliki gayanya sendiri.
Pastikan pula bahwa atasan Anda bukanlah manipulator. Insecure tidak sama dengan manipulator. Orang merasa tidak aman terkadang bertindak mirip manipulator seperti mengaku-aku prestasi Anda. Tetapi berbeda dengan manipulator yang secara sengaja mengambil keuntungan Anda demi ambisinya, atasan yang insecure melakukannya karena ketakutan. Apabila rasa takut itu hilang, sifat itu hilang pula.
Berempati
Harus diakui banyak atasan yang kewalahan, kurang memenuhi syarat, atau kurang terlatih. Jadi, cobalah lihat posisi atasan Anda. Bisa jadi tekanan target akhir tahun atau peraturan yang berubah-ubah meningkatkan kecemasan dan mendorong atasan Anda menunjukkan insecure-nya. Mungkin atasan Anda menghadapi pemicu stres yang tidak Anda pahami sepenuhnya. Ingatlah bahwa atasan Anda juga manusia biasa, yang bisa dihantui oleh rasa takut. Jadi, berempatilah.
Bantu mengurangi kecemasannya
Atasan yang tidak aman cenderung melindungi diri dengan cara apa pun termasuk menyalahkan Anda atau mencatut prestasi Anda. Tentu, Anda kesal dan cenderung membalasnya. Tetapi ketika menerima serangan dari Anda, atasan yang meragukan dirinya sendiri itu cenderung memperkuat pertahanannya. Oleh karena itu, sebaiknya Anda tidak melawan atau merendahkannya. Sebaliknya, pertimbangkan untuk membantunya mengurangi rasa cemasnya tersebut.
Caranya bagaimana? Kalau atasan Anda mencemaskan kemampuan Anda, ajaklah bicara dan minta sarannya untuk menyelesaikan pekerjaan yang menjadi sumber ketakutan tersebut. Beri informasi yang jelas dan yakinkan bahwa Anda tidak perlu dicemaskan.
Beri isyarat kehadiran Anda bukanlah ancaman
Tunjukan bahwa Anda bukanlah ancaman. Anda adalah sekutu, bukan pesaing. Akan lebih baik, kalau isyarat ini Anda tujukan sejak awal, tetapi tidak ada kata terlambat untuk mengatur ulang hubungan Anda. Dalam rapat, misalnya Anda bisa mengatakan, "Keputusan Anda benar, dan saya berharap bisa terus belajar darinya Anda." Tetapi perlu diperhatikan, Anda harus mengucapkan dan melakukanya dengan tulus.
Pada titik ini, yang penting Anda tidak menonjolkan diri. Jangan tampilkan kehebatan Anda. Ini bukan berarti Anda menyembunyikan prestasi Anda. Jaga reputasi dengan tidak menonjolkan diri di hadapannya.
Berikan pujian dan penghargaan
Anda juga dapat membantu menenangkan ego atasan dengan memberi pujian. Penelitian mengenai manajer yang merasa tidak kompeten telah menunjukkan bahwa pujian yang tulus sangat membantu. Perhatikan, pujian harus tulus. Banyak orang melakukan pujian kosong. Berikan pujian yang memperkuat rasa percaya dirinya. Perhatikan di sini tujuannya bukan untuk mendapat simpati atasan, tetapi memperkuat rasa aman atasan.
Berikan kendali padanya
Manajer yang tidak aman yang mengalami kesulitan mempercayai orang lain sering menggunakan micromanaging. Anda dapat menghentikan campur tangan ini dengan membantunya merasa ‘dalam kendali’ dia. Misalnya dapat mengatakan: "Apa yang kami lakukan pada akhirnya terserah Anda". Atau Anda dapat mengungkapkan: "Saya percaya, Anda akan membuat keputusan yang tepat". Selanjutnya Anda memberikan saran yang membantu.
Lindungi Diri Sendiri
Pada akhirnya, tidak semua upaya Anda untuk mengurangi sikap insecure atasan Anda berhasil. Bisa saja atasan Anda terus melakukan micromanaging yang membuat Anda Lelah mental. Mencatut keberhasilan Anda tiada henti yang membuat reputasi Anda buruk. Pada titik ini Anda harus melindungi diri secara psikologis:
- Pegang teguh keyakinan bahwa Anda kompeten. Peremehan yang diberikan oleh atasan adalah masalah atasan, bukan masalah Anda.
- Jaga reputasi. Dokumentasikan setiap keberhasilan dan prestasi yang Anda raih. Dokumen tersebut dapat menjadi bukti ketika mendapat penilaian tidak adil.
- Pertimbangkan untuk berpindah bagian. Tujuannya adalah untuk berganti atasan yang lebih cocok degan Anda.
Referensi HR
Kategori :
Psikologi Manajemen
Tanggal :
22 September 2023
Join HRManufaktur PRO
HR Manufaktur Indonesia hadir untuk mendampingi para profesional HR manufaktur untuk menguasai pengetahuan dan kompetensi baru tersebut