bg_image

Apa itu strategi imbal jasa (reward strategy). Strategi imbal jasa, juga dikenal sebagai strategi kompensasi atau strategi remunerasi, adalah rencana terstruktur dan terdefinisi yang dikembangkan oleh organisasi untuk menentukan imbal jasa kepada pekerjanya atas kontribusi dan kinerja mereka. Strategi Imbal Jasa menguraikan prinsip, kebijakan, dan praktik yang memandu alokasi kompensasi menyeluruh sejalan dengan tujuan, nilai, dan strategi bisnis perusahaan.
Secara keseluruhan, strategi remunerasi dirancang untuk menciptakan keseimbangan antara kebutuhan organisasi dalam meraih tujuan bisnis dengan kebutuhan karyawan dalam mendapatkan imbalan yang pantas atas kontribusi mereka. 

imbal_jasa1 
Secara konkret, strategi imbal jasa  biasanya berisi:

  1. Tujuan dan sasaran. Tujuan dan sasaran ini terdiri dari keseluruhan perusahaan maupun per segmen pekerja. Tujuan perusahaan misalnya adalah meningkatkan produktivitas dan engagement karyawan 15% dalam 3 tahun. Di bagian produksi misalnya dapat menetapkan  sasaran peningkatan produktivitas 20% per tahun. Sementara pada bagian pemasaran bisa memasang target peningkatan penjualan 25 % dalam per tahun.
  2. Model Imbal Jasa Menyeluruh, yaitu komposisi paket imbal jasa lengkap yang mengombinasikan antara imbal jasa finansial dan material dengan imbal jasa finansial dan non material.
  3. Struktur Skala Upah, yaitu jenjang kelompok (grading) upah/gaji pokok keseluruhan karyawan dalam perusahaan.
  4. Model upah/gaji variabel, yaitu gaji yang dibayarkan kepada segmen karyawan tertentu sebagai insentif. Termasuk dalam gaji variabel adalah: imbalan atas kinerja (pay for performance), imbalan atas kompentensi (pay for competency), dan imbalan atas kontribusi (pay for contribution).
  5. Model tunjangan, yaitu imbalan nonfinasial yang bertujuan untuk meretensi karyawan. sebagai contoh tunjangan transportasi, tunjangan makaan, tunjangan perumahan, tunjangan keluarga, tunjangan kesehatan dan sebagainya.
  6. Model imbalan jasa psikologis, seperti pengakuan dan penghargaan. 

Langkah Mengembangkan Strategi Imbal Jasa
Dalam menyusun strategi imbal jasa, prinsip utama yang harus dipegang adalah integrasi, baik integrasi vertikal, horisontal, maupun internal. Dalam prinsip integrasi vertikal, strategi imbal jasa harus menjadi bagian dari strategi bisnis. Dalam strategi horisontal, imbal jasa harus selaras dengan bagian-bagian lain dalam strategi SDM. Sedangkan dalam integrasi internal, komponen-komponen dalam imbal jasa menyeluruh (total reward) harus selaras dan mendukung satu sama lain. 

Imbal_Jasa2 

Dalam menyusun strategi imbal jasa, ikuti 9 langkah berikut ini:

1. Melakukan Analisis Strategi Bisnis
Langkah pertama dalam menyusun strategi imbal jasa adalah memahami strategi bisnis perusahaan. Pemahaman strategi bisnis sangat untuk untuk memastikan strategi imbal jasa selaras dan terintegrasi dengan startegi perusahaan secara keseluruhan. Manajer imbal jasa harus memahami apakah perusahaan sedang melakukan ekspansi atau divestasi. Apakah perusahaan akan fokus mengembangkan produk atau mengembangkan pasar. 
Sebagai contoh, perusahaan Anda dalam tiga tahun ke depan berkonsentrasi pada pengembangan produk baru untuk memasok pasar lama. Dengan strategi ini, Anda membutuhkan tim ahli yang  pengembangan produk kreatif dan tenaga kerja produksi yang produktif. Bagaimana untuk bisa mendapatkan dan mempertahankan tim ahli yang kreatif? Anda bisa mengembangkan paket imbal jasa untuk segmen ini dengan gaji pokok dan tunjangan yang menunjukkan privelage ditambah imbal jasa psikologis seperti kesempatan belajar dan pengembangan. Sementara itu, untuk menarik tenaga kerja produksi, Anda bisa menawarkan paket gaji yang lebih tinggi dari pasar dan tunjangan standar. 

2. Melakukan analisis internal dan eksternal
Langkah kedua  adalah melakukan analisis internal dan eksternal perusahaan yang berpengaruh pada imbal jasa. Dalam analisis internal, selain strategi bisnis dan strategi SDM, imbal jasa harus memperhitungkan budaya perusahaan, karakter tenaga kerja, dan kepemimpinan. Sementara itu, dalam melakukan analisis eksternal, strategi imbal jasa harus memperhitungkan pasar tenaga kerja (termasuk pengupahan), norma-norma sosial dan legal (salah satunya ketentuan UMR), dan teknologi (yang berdampak pada pasar tenaga kerja).  

3. Memadukan Dengan Strategi SDM 
Langkah ketiga dari penyusunan imbal jasa adalah menganalisis strategi SDM. Strategi imbal jasa harus dipadukan dengan komponen lain dalam strategi SDM seperti strategi manajemen talenta, manajemen perekrutan, manajemen retensi, manajemen kinerja serta strategi pengembangan karier dan suksesi.  Penyelarasan dengan komponen lain dalam strategi SDM disebut sebagai integrasi horizontal. 
Sebagai contoh, apabila perusahaan secara serius mendorong pekerja untuk berkinerja tinggi, maka strategi imbal jasa harus menganut sistem merit (pay for performance).  Dalam sistem merit, orang yang berkinerja tinggi mendapat imbalan tambahan berdasarkan kinerja tersebut. 

4. Merumuskan Falsafah Imbal Jasa 
Filosofi penghargaan mengacu pada seperangkat prinsip dan keyakinan yang memandu pendekatan organisasi untuk memberi kompensasi kepada karyawannya. Falsafah imbal jasa mencakup sikap keseluruhan organisasi mengenai perancangan, penyusunan, dan pengelolaan imbal jasa untuk menarik, memotivasi, dan mempertahankan karyawan secara efektif. Filosofi imbal jasa yang  didefinisikan dengan baik menjadi dasar pembuatan keputusan kompensasi, tunjangan, insentif, dan program penghargaan. Filosofi kompensasi memandu merancang struktur kompensasi, mengelola program kompensasi. 

5. Merumuskan Prinsip Panduan
Filosofi imbal jasa dapat diekspresikan melalui seperangkat prinsip panduan (guiding principles)  yang menetapkan pendekatan yang diambil organisasi. Prinsip imbal jasa adalah dasar untuk menentukan kebijakan dan praktik dalam strategi imbal jasa. Prinsip panduan imbal jasa berkaitan dengan hal-hal seperti:
•    Mengoperasikan sistem imbal jasa secara adil, layak, dan transparan untuk semua pemangku kepentingan.
•    Mengembangkan kebijakan dan praktik imbal jasa yang mendukung pencapaian tujuan bisnis.
•    Mengakui nilai setiap kontribusi pekerja dan memberi imbalan yang sesuai.
•    Menciptakan proposisi nilai yang menarik bagi pekerja.
•    Mendorong pengembangan budaya kinerja tinggi;
•    Mempertahankan tingkat upah yang kompetitif, adil dan efektif. 
•    Memberi wewenang lebih besar kepada manajer lini untuk membuat keputusan imbal jasa.

6. Merumuskan Strategi 
Pada tahap perumusan strategi inilah profesional SDM menetapkan beberapa tindakan yang bisa dilakukan:\

  1. Model imbal jasa menyeluruh. Model imbal jasa menyeluruh seperti apa yang akan digunakan? Untuk mengetahui model imbal jasa menyeluruh lihat tulisan Mengembangkan Model Imbal Jasa Menyeluruh.
  2. Menetapkan struktur upah/ gaji secara keseluruhan perusahaan dan struktur upah/gaji masing-masing segmen.
  3. Menetapkan upah variabel, seperti sistem insentif, bonus, komisi dan sebagainya.
  4. Merumuskan sistem tunjangan.
  5. Menetapkan sistem fleksibilitas struktur gaji, misalnya penyesuaian dengan ketentuan upah minimum, penyesuaian dengan inflasi dan sebagainya. 

7. Konsultasi Dan komunikasi
Selama perumusan strategi ini, profesional SDM harus berkomunikasi dengan  manajemen senior dan pekerja. Konsultasi dengan manajemen bertujuan untuk memastikan terpenuhinya tujuan organisasi melalui sistem imbal jasa. Sementara konsultasi dengan pekerja brtujuan untuk memastikan terpenuhinya hak-hak pekerja dan meningkatkan engangement  serta produktivitas mereka. 
Rumusan strategi imbal jasa perlu disosialisasikan kepada pekerja agar tidak ada permasalahan dalam implementasinya. 

8.  Implementasi 
Strategi diimplementasikan sesuai dengan rencana. Apabila ada kendala dalam penerapan, hambatan tersebut dicari solusinya. Sering  lingkungan ketenagakerjaan dan pengupahan berubah. Strategi perlu menyesuaikan. Tetapi yang perlu dicatat adalah tujuan strategis dari strategi imbal jasa tidak berubah. Cara untuk mencapai tujuannya bisa disesuaikan dengan keadaan. Inilah yang disebut fleksibilitas. 

9. Evaluasi 
Strategi imbal jasa harus dievaluasi paling tidak satu tahun sekali. Evaluasi bertujuan untuk menilai efektivitas sistem yang diterapkan. Bisa jadi, sistem imbal jasa yang dibangun tidak sesuai dengan keadaan di lapangan, sehingga harus diperbaiki. Bisa juga terjadi, keadaan di lingkungan berubah jauh dari yang digambarkan dalam rencana. Dengan demikian, strategi imbal jasa harus disesuaikan. 

Strategi imbal jasa adalah rencana umum dan berjangka panjang untuk mendukung pencapaian tujuan strategis perusahaan. Strategi besar ini diturunkan ke dalam kebijakan dan praktik imbal jasa yang lebih konkret. Strategi yang dirancang dengan baik akan membantu menciptakan praktik imbal jasa yang baik adil, transparan, dan memotivasi pekerja untuk mencapai tujuan perusahaan. 

Referensi HR

Kategori :

Remunerasi

Tanggal :

14 Agustus 2023

Join HRManufaktur PRO

HR Manufaktur Indonesia hadir untuk mendampingi para profesional HR manufaktur untuk menguasai pengetahuan dan kompetensi baru tersebut