
Apakah Anda merasa takut menghadapi hari-hari baru? Menolak tanggung jawab yang lebih besar karena tidak yakin mampu menjalankannya? Mengalah dalam persaingan? Atau selalu ragu dalam mengambil keputusan? Mungkin Anda menderita insecurity atau rasa tidak aman secara psikologis.
Insecurity adalah rasa ketidakpercayaan atau ketidakpastian terhadap kemampuan, nilai-nilai, dan keyakinan diri sendiri. Ketidakamanan tersebut berwujud dalam rasa khawatir bahwa kita tidak sepintar, berpengetahuan, atau kompeten seperti yang seharusnya. Kita merasa tidak sehebat yang diduga orang lain.
Rasa tidak aman membuat kita sulit mengungkapkan pendapat dan mengekspresikan diri serta menjadi peragu dan penakut. Tentu saja perasaan seperti ini membuat kita tidak bisa berkembang, mematikan kreativitas dan tidak berani ambil risiko. Secara pribadi insecurity menghambat karier Anda. Pada lingkup tim atau organisasi, rasa tidak aman akan melemahkan kolabirasi yang membuat tim menjadi kurang kreatif dan efisien.
Ciri Ciri Rasa Tidak Aman
Apakah Anda menderita rasa tidak aman yang akut? Coba kenali ciri-cirinya berikut ini.
- Perasaan rendah diri. Orang yang merasa tidak aman seringkali memiliki gambaran diri yang negatif dan merasa kurang berharga. Mereka cenderung meragukan kemampuan, penampilan fisik, atau pencapaian mereka. Ketika mengalami suatu kegagalan, Orang yang merasa tidak aman sering sulit mengatasi kegagalan dan dapat menginternalisasi kegagalan tersebut sebagai bukti ketidakmampuan pribadi.
- Perasaan terancam oleh orang lain. Orang yang merasa tidak aman merasa terancam oleh kesuksesan, penampilan, atau kemampuan orang lain. Mereka cenderung membandingkan diri dengan orang lain dan merasa tidak mampu menyainginya.
- Kesulitan menerima pujian. Orang yang memiliki rasa tidak aman cenderung sulit menerima pujian atau penghargaan dari orang lain. Mereka merasa bahwa pujian tersebut tidak pantas atau tidak tulus. Terkadang mereka menganggap orang lain menilai terlalu berlebihan. Ini karena mereka memberi gambaran diri yang buruk.
- Ketergantungan pada validasi orang lain. Untuk merasa berharga, orang yang insecure membutuhkan pembenaran, persetujuan, dan dukungan dari orang lain. Mereka tergantung pada penilaian orang lain mengenai dirinya. Untuk merasa dirinya kompeten misalnya, mereka memerlukan orang yang menilai bahwa dirinya seorang pekerja yang kompeten. Demikian pula, apabila ada orang yang mengatakan dirinya bodoh, maka mereka merasa bodoh.
- Rasa takut ditolak atau diabaikan. Orang insecure sering merasa takut ditolak, diabaikan, atau tidak dicintai oleh orang lain. Mereka cenderung menghindari situasi sosial atau mengisolasi diri untuk menghindari rasa takut tersebut. Sebagai akibatnya, insecurer mengalami kesulitan membangun hubungan yang sehat dan mempercayai orang lain.
- Sikap Perfectionis. Rasa tidak aman menyebabkan kecenderungan untuk mencari kesempurnaan dalam segala hal. Namun, mengejar kesempurnaan ini justru membawa pada kegagalan dan menghasilkan tekanan berlebihan. Apabila kesempurnaan yang diinginkannya tidak tercapai membuatnya rasa kecewa yang amat sangat.
Dampak Insecure Di Tempat Kerja
Rasa insecure di tempat kerja berdampak yang signifikan, baik bagi individu maupun organisasi secara keseluruhan. Berikut beberapa dampak umum dari rasa insecure di tempat kerja:
- Menurunnya produktivitas. Orang yang merasa insecure cenderung mengalami penurunan produktivitas karena fokus mereka terpecah oleh kekhawatiran dan kecemasan terkait dengan kinerja dan penerimaan dari rekan kerja atau atasan.
- Kurangnya Kreativitas dan Inovasi. Rasa insecure menghambat kemampuan untuk berpikir kreatif dan inovatif karena takut melakukan kesalahan atau mencoba hal-hal baru yang mungkin tidak diterima dengan baik oleh rekan kerja atau atasan.
- Kurangnya motivasi. Orang yang insecure dapat kehilangan minat dan motivasi dalam pekerjaan karena merasa tidak dihargai atau tidak memadai. Dampak lanjutannya, engagement mereka rendah. Mereka tidak dapat menikmati dan memikirkan secara serius pekerjaanya karena selalu dilanda cemas dan takut gagal.
- Kecenderungan untuk menarik diri. Rasa insecure dapat menyebabkan kecenderungan untuk menarik diri dari interaksi sosial di tempat kerja, menghindari kolaborasi, dan mengurangi partisipasi dalam proyek atau aktivitas tim.
- Mandegnya karier. Rasa insecure menghambat kemajuan karier karena memicu keraguan untuk mengambil inisiatif atau risiko yang diperlukan untuk naik jabatan atau mendapatkan promosi.
- Turunnya kesehatan mental. Rasa khawatir, cemas, dan takut yang terus menerus menimbulkan stres bahkan bisa depresi. Dalam jangka panjang, tekanan tersebut bisa merusak kesehatan mental dan fisik.
Mengatasi Rasa Insecure
Kalau Anda merasakan ciri-ciri insecure tadi, apa yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan mental dan kemajuan karier Anda? Penting untuk diingat bahwa rasa tidak aman bisa diatasi. Memang mengatasi rasa insecure membutuhkan kesadaran, komitmen, dan upaya yang konsisten. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat membantu Anda mengatasi rasa tidak aman dalam diri:
- Mengenali dan menerima diri sendiri. Kesadaran akan diri sendiri adalah langkah pertama. Kenali kekuatan, kelemahan, nilai-nilai, dan aspirasi pribadi Anda. Terimalah diri Anda apa adanya tanpa membandingkan diri dengan orang lain.
- Tetapkan tujuan sendiri. Berhenti membandingkan dengan orang lain karena setiap individu memiliki perjalanan dan keunikan sendiri. Fokuslah pada perkembangan dan kemajuan pribadi Anda. Caranya bagaimana? Tetapkan tujuan yang realistis dan terukur. Rencanakan langkah-langkah kecil untuk mencapai tujuan tersebut dan teruslah bekerja menuju pencapaian tersebut.
- Tingkatkan kepercayaan diri. Temukan kegiatan atau keterampilan yang Anda sukai dan berdayakan diri Anda dengan meningkatkan keterampilan tersebut. Berlatihlah secara teratur dan lakukan hal-hal yang membuat Anda merasa baik tentang diri sendiri. Salah satu taktik yangampuh adalah uji nyali dengan hal-hal kecil. Misalnya, Anda sangat sulit untuk berbicara dengan orang baru. Cobalah Anda memasang target untuk berkenalan dan ngobrol dengan orang baru. Anda juga bisa mencoba menuju ke kantor dengan melewati rute di luar kebiasaan atau menggunakan alat transportasi yang berbeda.
- Lakukan perawatan diri. Berinvestasi dalam perawatan diri, baik fisik maupun mental. Latih olahraga, meditasi, jaga pola makan yang sehat, dan cukup tidur. Jangan ragu untuk mencari bantuan dari terapis atau konselor jika diperlukan. Latih pikiran Anda untuk berpikir positif dan menghindari berpikir negatif yang memperburuk rasa tidak aman. Gantikan pikiran negatif dengan afirmasi positif.
- Bangun dukungan Sosial. Temukan dan jalin hubungan dengan orang-orang yang mendukung dan memahami Anda. Bicarakan perasaan dan pengalaman Anda dengan orang-orang tepercaya. Mengabdi kepada orang lain atau melakukan tindakan baik dapat memberikan rasa pencapaian dan meningkatkan rasa harga diri Anda.
- Pendidikan dan pengembangan diri. Teruslah belajar dan berkembang. Ikuti pelatihan, kursus, atau baca buku-buku yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Anda.
Penting untuk diingat bahwa mengatasi rasa tidak aman membutuhkan waktu. Anda perlu sabar dan tekun. Jika merasa sulit atau masalahnya terus berlanjut, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan psikolog.
Referensi HR
Kategori :
Psikologi Manajemen
Tanggal :
20 September 2023
Join HRManufaktur PRO
HR Manufaktur Indonesia hadir untuk mendampingi para profesional HR manufaktur untuk menguasai pengetahuan dan kompetensi baru tersebut