
Pernahkah Anda jadi kambing hitam dari kesalahan rekan kerja? Anda sudah bekerja keras, tetapi hasilnya diaku sebagai prestasi orang lain? Rekan kerja memuji, tetapi ujung-ujungnya memanfaatkan Anda demi kepentingannya sendiri? Kalau Anda mengalami peristowa seperti itu, bisa jadi Anda sedang berhadapan dengan seorang manipulator.
Manipulator berada di mana saja, termasuk di tempat kerja. Mereka menggunakan berbagai taktik untuk mencapai tujuannya sendiri dengan mengorbankan orang lain. Tujuan manipulator sangat beragam, mulai dari memeroleh keuntungan finansial, mendapat pengakuan, memenangkan persaingan, atau menciptakan kebingungan dan konflik di antara rekan kerja.
Bahaya bekerja dengan manipulator memang sangat nyata: rusaknya kesehatan mental. Anda bisa stres, kehilangan rasa percaya diri, bahkan membawa ke depresi. Apabila tidak dapat mengendalikan, pada akhirnya nama baik Anda rusak dan karier pun berantakan.
Mengenal Perilaku Manipulatif
Kehadiran manipulator dapat dikenali dari perilakunya. Memahami taktik dan tanda-tanda manipulator membantu Anda menghindari dampak buruknya. Berikut adalah beberapa bentuk perilaku manipulator.
Berbohong dan memutarbalikan informasi
Manipulator mudah berbohong, berkilah dan memutarbalikan fakta demi menjatuhkan orang lain atau untuk meraih keuntungan sendiri. Termasuk dalam memanipulasi informasi adalah perilaku gaslighting. Gaslighting merupakan taktik menjatuhkan mental orang lain dengan cara berbohong, menggunakan ucapan atau tindakan Anda, dan menyangkal percakapan. Pelecehan emosional semacam ini dapat menyebabkan korban mempertanyakan kewarasannya sendiri.
Isolasi
Salah satu senjata manipulator adalah dengan memisahkan Anda dari orang-orang dekat atau tempat yang aman. Mereka menggiring Anda untuk masuk ke lingkungan yang membuat Anda gelisah, takut dan tidak bisa berpikir jernih. Begitu Anda terpisah dari dukungan sosial dan psikologis, manipulator mengambil kendali.
Sebagai contoh, manipulator membujuk Anda masuk ke dalam tim yang benar-benar asing. Di dalam lingkungan yang serba baru itu, manipulator mencoba memanfaatkan Anda dan Anda tidak bisa meminta dukungan dari tim lama.
Manuver emosional
Mereka menggunakan perasaan orang lain, seperti rasa bersalah, takut, atau belas kasihan, untuk mempengaruhi keputusan atau tindakan. Manipulator melakukan manuver emosional menggunakan beberapa teknik sebagai berikut:
- Bermain korban (playing victim). Mereka berpura-pura menjadi korban dalam situasi tertentu untuk memperoleh simpati dan dukungan. Misalnya mereka memosisikan dirinya sebagai korban kesewenang-wenangan atasan demi mendapat simpati Anda. Bisa juga mereka menjadikan dirinya korban fitnah dari Anda untuk mendapat simpati atasan.
- Mendiamkan. Manipulator dapat ‘menghukum’ korbannya dengan ‘ngacangin’, atau mendiamkan tanpa mengajak bicara. Tujuannya adalah agar Anda merasa bersalah.
- Sikap Agresif Pasif. Manipulator melakukan perlawanan terselubung dengan bersikap baik di hadapan Anda, tetapi menyerang dari belakang. Misalnya dia menyatakan bersedia melakukan tugas dari Anda, tetapi tidak melaksanakannya. Dia mengungkapkan kehebatan ide Anda, tetapi menjelek-jelekkan di belakang.
Adu Domba
Manipulator sangat pintar bermain politik kantor. Caranya adalah dengan menciptakan kelompok-kelompok tertentu. Membuat geng. Pada saat yang sama mereka juga mengadu domba dengan memanfaatkan perbedaan di antara rekan kerja. Dengan kekisruhan di antara rekan kerja, sang manipulator mengambil keuntungan untuk dirinya sendiri.
Musang Berbulu Domba
Perilaku lain yang sering muncul dari manipulator adalah sifat baik hati yang berlebihan. Mereka memberi pehatian penuh dan memberi dukungan yang besar. Dalam menjalankan perilaku ini, manipulator menggunakan teknik yang disebut love bombing. Namun, setelah terpikat oleh kebaikan hatinya, Anda dimanfaatkan. Perlu diketahui, kebaikan hati sering menimbulkan rasa hutang budi. Rasa berhutang budi inilah yang dimanfaatkan oleh manipulator untuk mengendalikan Anda.
Menghadapi Manipulator
Menghadapi orang yang manipulatif memang sangat menantang, tetapi ada beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk mengatasinya:
Kenali tanda-tandanya dan waspada
Pertama, penting untuk mengenali tanda-tanda manipulasi seperti yang telah disampaikan di atas. Setiap menemukan karakter perilaku manipulatif, segera pasang sikap waspada. Manipulator biasanya tidak menunjukkan warna aslinya di awal hubungan. Bahkan, mereka sering menampilkan diri sebagai sekutu atau orang kepercayaan, untuk menarik Anda lebih dekat sampai titik dapat menilai kelemahan Anda. Mereka terampil menilai karyawan mana yang canggih yang mudah dipermalukan.
Tetap tenang dan terkendali
Ketika Anda berhadapan dengan orang yang manipulatif, usahakan untuk tetap tenang dan terkendali. Jangan terpancing emosi atau merespons dengan marah atau frustrasi, karena ini bisa digunakan oleh mereka untuk memanipulasi situasi lebih lanjut.
Tetapkan Batasan Pribadi
Tunjukkan batasan-batasan pribadi Anda secara jelas kepada manipulator. Tunjukkan bahwa Anda tahu apa yang bisa Anda toleransi dan apa yang tidak. Jangan ragu untuk mengatakan "tidak" jika mereka mencoba memanipulasi Anda.
Misalnya jika Anda memiliki atasan yang selama ini tidak pernah memberi Anda kepercayaan, tiba-tiba memberi perhatian luar biasa dengan memberi hadiah tanpa alasan yang jelas. Anda harus berani mempertanyakan hadiah itu untuk apa dan menolaknya. Tentu saja dengan cara yang halus, tetapi tegas.
Komunikasi Terbuka
Meskipun sulit, cobalah untuk berkomunikasi secara terbuka dengan manipulator. Karena vcara halus sering dilihat sebagai kelemahan oleh manipulator, sehingga bersiaplah menggunakan taktik frontal. Terkadang satu-satunya cara untuk mengekspos manuver manipulator adalah dengan menghadapinya saat itu juga, di depan umum. Biasanya manipulator yang malu karena kelicikannya dibongkar akan menyerang dengan berbagai cara. Tetaplah tenang dan tegar untuk menunjukkan bahwa Anda tidak bisa dimanipulasi.
Cari Dukungan
Berbicaralah dengan rekan kerja atau teman yang dapat Anda percayai untuk mendapatkan dukungan dan saran. Mereka mungkin memiliki pengalaman atau wawasan yang berguna dalam mengatasi situasi ini.
Pertimbangkan Konsekuensi
Jika situasinya terus memburuk dan ada dampak negatif pada pekerjaan Anda atau lingkungan kerja, pertimbangkan untuk melaporkannya kepada atasan atau sumber otoritas yang relevan. Pastikan Anda memiliki bukti yang cukup dan dokumentasi yang kuat tentang perilaku manipulatif tersebut. Meskipun demikian Anda harus siap mental, karena dengan bukti yang kuat sekalipun bisa jadi atasan atau yang berwenang mengabaikannya. Jangan kecewa.
Menghadapi manipulator memang bukan pekerjaan mudah. Anda membutuhkan keterampilan komunikasi yang baik, taktik yang cerdas, dan ketegasan mental. Untuk itu Anda perlu latihan. Tetapi kalau di lingkungan kerja Anda terlalu banyak manipulator, kesehatan emosional Anda bisa terancam. Pertimbangkanlah untuk mencari tempat kerja yang lebih baik.
Referensi HR
Kategori :
Psikologi Manajemen
Tanggal :
18 September 2023
Join HRManufaktur PRO
HR Manufaktur Indonesia hadir untuk mendampingi para profesional HR manufaktur untuk menguasai pengetahuan dan kompetensi baru tersebut