
Perencanaan kinerja merupakan tahap pertama dalam dalam siklus manajemen kinerja. Apa yang dimaksud dengan perencanaan kinerja? Perencanaan kinerja adalah proses penetapan tujuan, sasaran, dan tindakan untuk mencapai kinerja yang diinginkan dalam suatu organisasi, proyek, dan individu. Rencana kinerja membantu memastikan semua upaya dan sumber daya yang tersedia digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai hasil yang diharapkan.
Rencana kinerja disusun pada awal tahun (awal siklus) oleh atasan dengan bawahan. Tugas profesional SDM adalah mengembangkan sistem dan memfasilitasi proses perencanaan ini. Termasuk sistem yang perlu dibuat dalam perencanaan kinerja adalah mekanisme (prosedur), formulir (template) isian, standar kinerja dan sistem teknologi pendukungnya.
Fungsi Perencanaan Kinerja
Mengapa kita harus membuat perencanaan kinerja? Perencanaan kinerja paling tidak memiliki 6 fungsi sebagai berikut:
- Pengarah Tujuan. Perencanaan kinerja membantu mengidentifikasi tujuan jangka pendek dan panjang serta hasil yang diharapkan. Tujuan yang jelas akan membantu mengarahkan upaya dan sumber daya ke arah pencapaian.
- Pemantauan dan Pengukuran. Dalam perencanaan kinerja, ditetapkan indikator kinerja yang dapat diukur untuk menilai kemajuan dan hasil. Dengan indikator kinerja ini, baik atasan maupun bawahan dapat memantau secara teratur untuk melihat apakah tujuan dan sasaran tercapai.
- Pengalokasian Sumber Daya. Perencanaan kinerja membantu dalam menentukan alokasi sumber daya seperti tenaga kerja, anggaran, waktu, dan fasilitas yang diperlukan untuk. Hal ini sangat membantu mencegah memastikan penggunaan sumber daya secara efisien.
- Koordinasi dan Kolaborasi. Dalam proses perencanaan, berbagai bagian atau tim dalam organisasi dapat berkoordinasi untuk mencapai tujuan bersama.
- Antisipasi Perubahan. Melalui perencanaan kinerja, organisasi dapat mengantisipasi perubahan lingkungan eksternal atau internal yang mungkin mempengaruhi jalannya operasi.
- Pengendalian dan Evaluasi. Perencanaan kinerja memungkinkan adanya titik referensi untuk mengukur kinerja aktual terhadap rencana yang telah ditetapkan. Rencana kinerja memfasilitasi proses pengendalian dan evaluasi untuk memastikan pencapaian tujuan.
- Motivasi dan Keterlibatan. Pemahaman yang jelas tentang tujuan dan tindakan yang harus diambil, akan meningkatkan motivasi dan keterlibatan karyawan dan tim dalam melaksanakan pekerjaan.
Proses Perencanaan Kinerja
Secara garis besar perencanaan kinerja melibatkan empat langkah utama, yaitu: penetapan tujuan dan target, pengembangan strategi, penyusunan rencana tindakan, dan penetapan ukuran.
Gambar. Proses perencanaan kinerja
1. Menetakan Tujuan dan Target
Langkah pertama dalam perencanaan kinerja adalah menetapkan tujuan dan sasaran. Tujuan adalah gambaran umum apa yang ingin dicapai perusahaan, departemen, divisi, tim, atau individu dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Sedangkan sasaran adalah target yang spesifik, terukur, dan terarah yang ditetapkan untuk mencapai tujuan.
Orang sering menyamakan tujuan dengan target. Dalam konteks perencanaan kinerja, tujuan berbeda dengan target. Secara garis besar, tujuan bersifat umum dan luas, sedangkan target bersifat spesifik dan terukur.
|
TUJUAN |
TARGET |
|
Arah umum |
Sasaran spesifik |
|
Tidak terukur |
Terukur |
|
Cenderung konseptual, |
Bersifat lebih konkret |
|
Merupakan garis besar |
Bersifat lebih rinci |
Untuk dapat membedakanya, kita ambil beberapa contoh. Contoh tujuan kinerja perusahaan misalnya adalah:
- Meningkatkan laba bersih
- Memasuki pasar Asia Tenggara
- Meningkatkan kapasitas produksi
Contoh target kinerja perusahaan misalnya adalah:
- Mencapai laba bersih Rp 5 trilun pada tahun 2023.
- Menguasai 50% pangsa pasar Vietnam dan Thailand.
- Memproduksi 10.000 unit sepeda motor pada tahun 2023.
Dalam perencanaan kinerja, pertama-tama ditetapkan tujuannya terlebih dahulu baru diterjemahkan ke dalam sasaran. Satu tujuan umumnya dapat dicapai melalui beberapa sasaran.
Untuk membuat tujuan dan sasaran yang baik, profesional SDM perlu menetapkan kriteria SMART. SMART merupakan singkatan dari:
- Specific (Spesifik). Tujuan harus jelas dan terperinci, tidak ambigu, agar semua orang yang terlibat memahami dengan jelas apa yang ingin dicapai.
- Measurable (Terukur). Tujuan harus dapat diukur secara objektif, sehingga kemajuan dan pencapaian dapat dinilai dengan jelas.
- Achievable (Terjangkau). Tujuan harus realistis dan dapat dicapai berdasarkan sumber daya yang tersedia, seperti waktu, dana, dan kapasitas.
- Relevant (Relevan). Tujuan harus relevan dengan visi umum atau konteks yang lebih besar, sehingga kontribusi tujuan terhadap tujuan akhir lebih jelas.
- Time-Bound (Terbatas Waktu). Tujuan harus memiliki batasan waktu yang jelas untuk mencapainya. Ini membantu dalam mengatur prioritas dan menghindari penundaan yang tidak perlu.
2. Mengembangkan Strategi
Pengembangan strategi dalam perencanaan kinerja merujuk pada proses merumuskan rencana umum tentang bagaimana mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Strategi merupakan pendekatan (cara) yang diambil untuk mengarahkan sumber daya dan upaya menuju pencapaian tujuan dan hasil yang diinginkan. Dalam pengembangan strategi mencakup langkah-langkah berikut ini:
- Analisis Lingkungan. Memahami lingkungan internal dan eksternal organisasi atau proyek. Analisis internal bertujuan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan perusahaan dalam mencapai tujuan. Analisis eksternal berperan untuk memahami peluang dan ancaman terhadap perusahaan dalam mencapai tujuan.
- Identifikasi Alternatif Strategi. Membuat daftar berbagai pendekatan dan pilihan strategi yang dapat diambil untuk mencapai tujuan.
- Evaluasi dan Pemilihan Strategi. Mengevaluasi alternatif strategi berdasarkan kriteria seperti kelayakan, efektivitas, dan keterkaitan dengan tujuan. Strategi yang paling sesuai dan berpotensi berhasil dipilih untuk diterapkan.
3. Pengambangan Rencana Tindakan
Menyusun rencana tindakan dalam perencanaan kinerja melibatkan merinci langkah-langkah konkret yang akan diambil untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Rencana tindakan adalah panduan operasional yang menguraikan bagaimana strategi akan diimplementasikan dalam praktik. Berikut adalah langkah-langkah umum untuk menyusun rencana tindakan:
- Identifikasi Langkah-langkah. Berdasarkan strategi umum yang dipilih, diidentifikasi langkah-langkah yang diperlukan untuk menjalankannya. Strategi dan target dipecah menjadi tugas-tugas yang lebih kecil yang mudah dikelola.
- Menuyusun prioritas Tugas. Tentukan prioritas untuk setiap tugas. Urutkan tugas berdasarkan tingkat pentingnya untuk diselesaikan lebih dulu sebelum tugas yang lain.
- Mengalokasikan Alokasi Sumber Daya. Tentukan sumber daya yang diperlukan untuk setiap tugas, seperti waktu, tenaga kerja, anggaran, dan peralatan.
- Menyusun Jadwal. Menetapkan jadwal untuk setiap tugas, kapan akan dimulai dan diharapkan selesai.
4. Menetapkan Ukuran Kinerja.
Tahap keempat dalam menyusun rencana kinejra adalah menentukan indikator yang akan digunakan untuk mengukur kemajuan dan pencapaian tujuan. Alat ukur ini dikenal sebagai KPI (Key Performance Indicator) atau Indikator Kinerja Utama. KPI adalah metrik yang digunakan untuk mengukur pencapaian tujuan dan evaluasi kinerja suatu organisasi, proyek, atau individu.
Untuk menyusun KPI ikuti langkah-langkah berikut ini:
- Tetapkan Tujuan dan Sasaran. Tentukan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai. KPI harus selaras dengan tujuan ini dan dapat mengukur kemajuan menuju pencapaian tujuan tersebut.
- Identifikasi Aspek yang Dapat Diukur. Identifikasi aspek-aspek kritis yang ingin diukur terkait dengan tujuan. Ini bisa meliputi kualitas, kuantitas, efisiensi, efektivitas, kepuasan pelanggan, dan lainnya. Aspek yang akan diukur ini disebut sebagai KRA (Key Result Area).
- Pilih KPI yang Relevan. Berdasarkan aspek yang diidentifikasi, pilih KPI yang paling relevan untuk mengukur pencapaian. Pastikan KPI dapat memberikan wawasan yang bermanfaat terkait kinerja dan kemajuan.
Proses Cascading
Proses cascading dalam konteks perencanaan kinerja merujuk pada cara informasi dan tujuan diturunkan dari tingkat yang lebih tinggi dalam organisasi ke tingkat yang lebih rendah. Cascading menghubungkan dan mengintegrasikan tujuan, sasaran, dan metrik dari tingkat strategis hingga tingkat operasional.
Cascading penting dalam memastikan bahwa setiap unit atau bagian dalam organisasi memiliki pemahaman yang jelas tentang cara tujuan mereka berkontribusi terhadap tujuan keseluruhan organisasi. Dengan mengikuti proses cascading, organisasi dapat menciptakan keterhubungan yang lebih baik antara berbagai tingkatan perencanaan, sehingga memastikan bahwa setiap tindakan yang diambil di tingkat operasional sejalan dengan arah strategis yang telah ditetapkan.
Proses cascading umumnya melibatkan langkah-langkah berikut:
- Penetapan Tujuan Strategis. Tingkat puncak organisasi menetapkan tujuan strategis yang menggambarkan visi jangka panjang dan arah keseluruhan organisasi.
- Penguraian Tujuan. Tujuan strategis ini kemudian diuraikan menjadi tujuan yang lebih spesifik untuk setiap unit atau divisi dalam organisasi.
- Penetapan Sasaran dan Metrik. Setiap unit atau divisi menetapkan sasaran yang lebih terukur dan metrik kinerja yang relevan untuk mencapai tujuan mereka.
- Integrasi dan Koordinasi. Selama proses cascading, penting untuk memastikan bahwa sasaran dan metrik di semua tingkatan saling terkait dan mendukung satu sama lain. Koordinasi antar tingkatan juga diperlukan untuk menghindari konflik atau tumpang tindih dalam tujuan dan usaha.
- Komitmen dan Pelaporan. Setelah sasaran dan metrik ditetapkan, setiap tingkat dalam organisasi harus berkomitmen untuk mencapainya. Proses pelaporan berkala kemudian diperlukan untuk memantau kemajuan dan mengidentifikasi apakah perlu dilakukan penyesuaian.
Dalam praktik, perusahaan memfungsikan rencana kinerja individu sebagai kontrak kinerja. Dalam kontrak kinerja, karyawan berkomitmen untuk mencapai tujuan dan strategi yang telah ditetapkan. Sementara itu, atasan berkomitmen untuk memenuhi sumber daya yang diperlukan dan imbalan yang ditetapkan. Sumber daya yang harus dipenuhi oleh atasan mencakup finansial, peralatan, dukungan, dan pengembangan.
Rencana kinerja yang baik bukan hanya menjadi pemandu pelaksanaan kerjan karyawan, tetapi juga membuat karyawan antusias untuk mencapai tujuan dan target kinerja.
Referensi HR
Kategori :
Manajemen Kinerja
Tanggal :
04 September 2023
Join HRManufaktur PRO
HR Manufaktur Indonesia hadir untuk mendampingi para profesional HR manufaktur untuk menguasai pengetahuan dan kompetensi baru tersebut