
Kepribadian introvert dan ekstrovert merupakan tipe kepribadian yang paling banyak disoroti dalam kehidupan sehari-hari maupun di tempat kerja. Carl Gustav Jung, yang memperkenalkan tipe kepribadian ini, menunjukkan keduanya sebagai tipe kepribadian di dua titik dari garis kontinum (berkelanjutan). Jadi ada ada orang yang memiliki kepribadian sangat ektrovert, ekstrovert, agak ekstorvert, ambivert, agak introvert, introvert, sampai sangat introvert.
Anda berada pada posisi yang mana?
Apa Itu Introvert?
Orang yang introvert mendapatkan energinya dari dalam dirinya sendiri, memiliki waktu untuk membangkitkan kembali semangatnya sendiri. Mereka menemukan diri mereka paling nyaman dalam kesendirian. Mereka cenderung lebih suka terlibat dalam dunia batin, merenungkan perasaan, emosi, dan pikiran mereka sendiri. Introvert lebih menikmati aktivitas membaca, menulis, atau bermeditasi. Oleh karena itu wajar jika introvert tampak menarik diri dan pemalu, meskipun tidak selalu seperti itu.
Tanda-tanda umum orang yang introvert adalah:
- memiliki sekelompok kecil teman dekat,
- penuh pertimbangan,
- berenergi (bersemangat) ketika sendirian,
- menikmati kesendirian,
- cenderung menjaga emosi pribadi,
- tenang dan pendiam dalam kelompok besar atau di sekitar orang asing,
- merasa terkuras energinya oleh orang-orang,
- memproses pikiranya di kepala daripada mendiskusikannya dengan orang lain,
- ramah dan suka berteman di sekitar orang yang sudah kenal dengan baik,
- belajar melalui observasi.
Apa Itu Ekstrovert?
Ekstrovert adalah orang yang mendapatkan energinya ketika berada di sekitar orang lain. Ekstrovert berusaha mencari interaksi sosial sebanyak mungkin karena dengan cara inilah mereka merasa lebih bersemangat. Mereka memiliki lingkaran pertemanan yang besar dan seringkali cukup berjiwa petualang. Ekstrovert senang berbicara dengan orang lain, mengekspresikan diri secara verbal, dan terlibat dengan dunia luar. Itulah sebabnya seorang ekstrovert mungkin tampak sangat cerewet dan populer di kalangan teman-temannya..
Secara umum, ciri seorang ekskstrovert adalah sebagai berikut:
- Menikmati pengaturan sosial
- Mencari perhatian
- Berenergi ketika bersama orang lain
- Berteman dengan banyak orang
- Ramah
- Menikmati kerja kelompok
- Lebih suka berbicara daripada menulis
Mana yang lebih baik, Menjadi Ekstrovert Atau Introvert?
Ekstrovert dan introvert sama-sama baik dengan caranya masing-masing, dan tidak ada tipe kepribadian yang "lebih baik" atau "lebih buruk". Faktanya adalah, baik ekstrovert maupun introvert sama-sama memiliki peran penting pergaulan sosial maupun di tempat kerja.
Introvert memiliki kemampuan yang kuat untuk melatih refleksi yang berkualitas. Karena tetap terserap dalam pikirannya sendiri, mereka sering kali lebih kreatif dan memiliki pertimbangan yang mendalam terhadap dunia sekitarnya. Introvert meluangkan waktu untuk melihat dunia mereka dengan berbagai cara dan cenderung berpikir serta berperasaan mendalam. Sayangnya, beberapa penelitian psikologi menunjukkan bahwa introvert memiliki peluang lebih tinggi untuk menderita penyakit mental seperti depresi karena kecenderungannya untuk terlibat dalam refleksi batin.
Keunggulan ekstrovert terletak pada kemampuan mereka untuk bersikap terbuka dan interaktif dengan dunia luar. Kepribadian sosial dan ceria ini sangat membantu mereka dalam mendapatkan peluang kerja dan bertemu orang baru.
Ekstrovert juga mendambakan petualangan baru dan impulsif. Impulsif mereka dapat mengarah pada perilaku yang menurut beberapa penelitian disebut sebagai " pengambilan keputusan yang kurang rasional”. Penelitian menemukan bahwa ekstrovert kurang pintar dalam membuat pilihan yang terbaik.
Apa Itu Ambivert?
Meskipun banyak orang memandang introversi dan ekstroversi sebagai dua kategori yang berlawanan, teori kepribadian baru telah menerima bahwa ada orang-orang yang ambivert. Seorang ambivert memiliki karakteristik ekstroversi dan introversi sekaligus. Orang yang ambivert cukup nyaman dalam situasi sosial, tetapi juga bisa menikmati waktu kesendirian. Seorang ambivert senang berbicara dengan orang lain, sekaligus suka mendengarkan dan berefleksi.
Seorang ambivert mampu mengubah perilaku mereka berdasarkan situasi yang dihadapi. Misalnya, mereka sangat tertutup dan pendiam di sekitar orang asing, tetapi menjadi cerewet ketika berada di teman dekat dan keluarga. Mereka juga bisa merasa nyaman di pesta, tetapi juga dapat menghabiskan malam sendirian.
Ambivert memahami perilaku mereka sendiri dengan baik dan dapat membaca ketika suatu situasi menuntutnya untuk bertindak lebih introvert atau ekstrovert. Kesadaran diri ini membantunya bertahan dan sukses dalam beberapa bidang kehidupan. Penelitian menunjukkan bahwa ambivert bisa menjadi wiraniaga yang sukses. Ini mungkin karena mereka meluangkan waktu untuk menjadi persuasif (sifat ekstrovert) dan penuh perhatian (sifat introvert) saat melakukan penjualan.
Perbedaan di Tempat Kerja
Introvert sering membawa karakteristik mereka yang logis dan berorientasi pada detail ke tempat kerja. Dedikasi mereka menjadikannya pekerja yang berharga. Saat mereka merenung dan meluangkan waktu untuk memahami situasi, introvert dapat membantu tim menghasilkan pekerjaan berkualitas untuk menangani tugas-tugas kompleks. Selain itu, kecenderungan introvert untuk bersikap rasional dan kontemplatif, memungkinkannya untuk memeriksa pekerjaan dan pilihan secara cermat.
Keterampilan ini menjadikan mereka pengambil keputusan yang praktis dalam karier mereka dan membantu perusahaan tempat mereka bekerja. Dalam hal presisi dan kualitas kerja, introvert memiliki keunggulan.
Introvert bekerja dengan baik pada pekerjaan yang menuntut sedikit interaksi sosial, atau pekerjaan yang lebih mandiri seperti menulis, teknik, melukis, desain, atau akuntansi.
Ekstrovert juga bisa sangat sukses di tempat kerja. Kemampuan beradaptasi, sikap positif, dan keterampilan antarpribadi yang baik menjadikannya sebagai pekerja yang luar biasa. Selain itu, ketika ekstrovert terhubung dan berbicara dengan orang lain di tempat kerja, mereka membangun hubungan baik di antara rekan kerja mereka. Dengan terlibat dalam percakapan yang bersahabat dan menjaga sikap optimis, ekstrovert membantu meningkatkan moral perusahaan.
Orang ekstrovert bisa tampil sebagai 'pemain tim' di pekerjaan mereka. Selain itu, karakteristik ekstrover dapat menunjukkan lebih banyak penghargaan, promosi, dan gaji yang lebih tinggi, serta peningkatan posisi pemimpin di tempat kerja. Orang ekstrovert cenderung lebih berhasil dalam pekerjaan dengan banyak interaksi seperti mengajar, penjualan, dan manajemen.
Nah, apa pun tipe kepribadiannya, Anda bisa sukses di tempat kerja. Caranya adalah fokus untuk memanfaatkan seoptimal mungkin kekuatan Anda, dan kurangi kelemahan Anda.
https://www.simplypsychology.org/introvert-extrovert.html
Referensi HR
Kategori :
Psikologi Manajemen
Tanggal :
07 Juli 2023
Join HRManufaktur PRO
HR Manufaktur Indonesia hadir untuk mendampingi para profesional HR manufaktur untuk menguasai pengetahuan dan kompetensi baru tersebut