bg_image

 

stress mikro

Pernahkah Anda mengalami Kelelahan Mental?  Anda merasakan kepayahan yang luar biasa. Secara fisik muncul dalam bentuk keletihan, lesu, lemas. Secara mental mewujud dalam rasa kecewa, kesal, bosan dan kemarahan. Ketika gejala itu muncul, para ahli kesehatan tempat kerja mengingatkan kita untuk mewaspadai stres mikro.

Stres mikro adalah tekanan mental kecil-kecil yang terjadi hampir setiap hari di tempat kerja. Demikian kecilnya stres tersebut sampai kita tidak menyadarinya dan menganggapnya sebagai bagian dari takdir. Misalnya saja kita bekerja dengan orang yang hobinya curhat. Setiap kali ketemu, dia ingin menceritakan permasalahan apa pun yang dialaminya. Anda menjadi kesal karena terganggu, tapi sulit untuk mengelak darinya. Mungkin juga Anda memiliki anak buah yang kompetensinya meragukan. Setiap diberi tugas, Anda yang waswas kalau tugasnya gagal. Bisa jadi Anda memiliki atasan yang tidak bisa dipegang kata-katanya, keputusannya berubah-ubah semaunya.

Situasi di luar pekerjaan juga menyumbang pada kumulatif stres mikro. Jarak rumah dan tempat yang jauh melewati jalur lalu lintas macet merupakan stres mikro yang lumrah dialami. Hubungan dengan keluarga yang sering berselisih, walaupun perselisihan kecil-kecil, juga ikut menyumbang pada beban mental Anda. Hubungan yang tidak harmonis dengan tetangga juga merupakan bagian dari stres mikro.

Kita sering beranggapan stres mikro ini bukan masalah. Kita bisa melewatinya dan membiarkannya begitu saja terjadi. Tetapi penelitian menunjukkan, stres mikro kalau tidak ditangani secara serius bisa berubah menjadi stres makro, yaitu stres yang benar-benar merusak kehidupan kita. Burnout atau kelelahan mental merupakan dampak buruk yang paling umum. Dalam jangka panjang, tekanan-tekanan tersebut bisa menjadi stres berat,  bahkan depresi.

 

Sumber Stres Mikro

Penelitian oleh  Rob Cross, Jean Singer dan Karen Dillon, berhasil mengidentifikasi 11 sumber stres mikro. Kedua belas sumber tersebut dikelompokkan ke dalam tiga dampak  buruk kesehatan mental kita. Ketiga dampak buruk akibat stres mikro tersebut adalah: terkurasnya kemampuan pribadi, tergerusnya kapasitas emosi, dan rusaknya nilai-nilai pribadi.

Menguras kapasitas pribadi Anda

Sumber stres ini mengakibatkan Anda tidak bisa bekerja secara produktif, gagal mencapai target, dan menjadi orang yang tidak kompeten. Anda menjadi tampak bodoh dan tidak memiliki kemampuan untuk bekerja. Sumber stres ini mencakup:

  1. Lonjakan tanggung jawab. Stres muncul ketika tanpa rencana, tanda peringatan sebelumnya, Anda mendapat pekerjaan atau tanggung jawab tambahan. Tanggung jawab ini muncul seketika baik di tempat kerja ataupun di rumah. Di tempat kerja misalnya atasan Anda tiba-tiba memberi Anda proyek baru yang tidak dijadwalkan sebelumnya. Di rumah misalnya ada anggota keluarga yang sakit dan Anda harus merawatnya.

  2. Hasil kerja orang lain tidak bisa diandalkan. Ini sering dialami oleh atasan di tempat kerja. Misalnya anak buah Anda tanpa diduga gagal memberi hasil sesuai standar. Pimpinan proyek yang anda bawahi terlambat dan biayanya melonjak. Tetapi pekerja nonmanajerial juga bia menderita stres akibat fenomena ini. Misalnya pekerja pada proses sebelumnya memberi hasil yang buruk, sehingga Anda harsu memperbaikinya terlebih dahulu sebelum memprosesnya.

  3. Perilaku tak terduga dari atasan (seseorang yang memiliki wewenang/kekuasaan). Anda akan menderita stres keputusan atasan Anda berubah-ubah. Ucapan atasan Anda tidak bisa dipegang. Misalnya, Anda diberi tugas yang harus diselesaikan minggu depan, tiba-tiba atasan memerintahkan untuk selesai dua hari ke lagi. Atau sebaliknya, atasan Anda membatalkan proyek, padahal Anda sudah merekrut orang untuk mengerjakannya.

  4. Ketidakselarasan peran dengan pelaksanaan. Ini sumber stres mikro paling banyak di tempat kerja. Anda diharuskan menjalankan tugas yang tidak sesuai dengan jabatan. Anda seorang supervisor, misalnya, diminta untuk membuat perencanaan strategis perusahaan. Atau sebaliknya, Anda seorang supervisor tetapi diminta menjalankan tugas operator.

  5. Pola komunikasi yang buruk. Sumber stres ini terjadi karena budaya komunikasi yang barus di tempat kerja. Misalnya, untuk tugas-tugas penting perintah dilakukan secara lisan. Akibatnya Anda, sebagai pekerja tidak ragu dalam melaksanakannya karena tidak ada pegangan yang kuat. Bisa juga karena menganut budaya ‘sungkan’ pesan-pesan yang disampaikan serba kabur, yang membuat Anda harus berpikir keras untuk menerjemahkan pesan-pesan dalam komunikasi.

 

Menguras kekuatan emosional

Beberapa stres mikro menyebabkan kita kesal, sakit hati, marah, gundah atau galau. Semua itu menguras cadangan emosional kita: kekhawatiran, ketidakpastian, ketakutan, atau sekadar merasa kehilangan energi. Sumber stres mikro yang menguras emosi kita adalah:

  1. Mengambil alih tanggung jawab orang lain.  Sebagai orang normal, tentu kita memiliki orang yang disayangi atau dihormati. Kita merasa ikut bertanggung jawab atas keberhasilan atau kemakmuran mereka. Sebagai seorang atasan mungkin Anda memiliki anak buah yang dibanggakan. Anda ingin dia sukses. Akibatnya Anda terus memikirkan cara mengatasi penghalang keberhasilannya. Anda juga menjadi protektif dan khawatir kalau ada yang mengganggunya. Mungkin juga Anda memiliki atasan yang sangat dihormati atau kagumi. Anda selalu mengkhawatirkan masalah-masalah yang dihadapinya.

  2. Pertengkaran. Percakapan konfrontatif, baik karena masalah sepele atau isu penting, tanda disadari menjadi sumber stres. Anda memendam rasa kesal dan geram. Sebab musababnya bisa dari orang lain bisa dari Anda sendiri. Misalnya Anda mempersoalkan masalah remeh temeh seperti letak kursi yang tidak sesuai selera Anda, cara teman Anda berdandan, dan sebagainya. Tetapi bisa juga datang dari orang lain yang memang memiliki watak senang ribut.

  3. Ketidakpercayaan orang lain. Kalau Anda tidak mudah percaya orang lain, diam-diam Anda memendam stres. Misalnya saja Anda memberi pekerjaan kepada kontraktor, tetapi ragu terhadap kemampuannya. Sepanjang pelaksanaan proyek, Anda harus mengawasi pelaksanaannya secara ketat. Anda dirundung rasa khawatir gagal setiap waktu. Ketidakpercayaan ini juga menyangkut kejujuran. Anda khawatir mitra bisnis Anda akan  menipu. Anda mengawasi rekan Anda dengan penuh waswas.

  4. Penular stres. Emosi Anda bisa terkuras ketika memiliki teman yang selalu mengeluh.  Memang ada di sekitar kita orang yang hobinya mengeluh segala hal: gaji kurang, fasilitas kerja buruk, rekan kerja pengadu, tempat kerja jorok dan sebagainya. Kalau Anda di dekatnya, tanpa disadari emosi Anda memuncak. Ikut kesal, geram, dan gondok.

 

Mengusik hati nurani

Kita semua memiliki nilai-nilai dan identitas yang memandu tindakan kita, di tempat kerja dan di rumah. Nilai-nilai tersebut misalnya menjunjung kebenaran, kejujuran, kebaikan hati dan sebagainya. Dalam interaksi di tempat kerja maupun di luar, kita sering bergesekan bahkan berbenturan dengan keyakinan kita. Kejadian semacam itu dapat melelahkan secara emosional. Sumber stres mikro jenis ini mencakup:

  1. Tekanan untuk mengejar tujuan, dengan menghalalkan segala cara. Misalnya Anda diminta memanipulasi pembukuan agar atasan dan divisi Anda tampak berprestasi. Contoh lain yang agak ekstrem. Anda juru masak restoran. Anda diminta memasak makanan yang mengandung bahan haram yang Anda tahu akan dikonsumsi oleh orang muslim.

  2. Seseorang merusak rasa percaya diri, harga diri, atau kendali Anda. Kalau perintah Anda sebagai seorang atasan diabaikan oleh bawahan, harga diri Anda terluka. Demikian pula apabila ada atasan yang memerintah langsung kepada anak buah Anda tanpa melewati Anda, sudah pasti Anda sangat kesal.

 

Cara Mengatasi Stres Mikro

  1. Mengenali sumber stres mikro yang kita alami
    Stres mikro masuk dalam kehidupan kita secara sembunyi-sembunyi. Tanpa kita sadari dia sudah membebani hidup kita. Oleh karena itu, cobalah Anda identifikasi stres mikro yang Anda alami setiap hari. Misalnya Anda kesal karena atasan tidak mempercayai Anda. Selalu ikut campur (micromanaging) tugas yang disah menjadi wewenang Anda. Atau Anda selalu was-was karena jalan sukses ‘anak emas’ Anda ‘diganggu’ oleh  rekan kerjanya. Bisa juga Anda kepijiran terus karena atasan Anda memerintahkan untuk berbuat curang yang merugikan perusahaan.

  2. Pilih dua isu stres mikro yang akan ditindaklanjuti.
    Karena stres mikro yang menyerang kita biasanya cukup banyak, pilih dua saja yang akan Anda tangani terlebih dahulu. Bagaimana cara memilihnya. Pilih yang menurut Anda paling mengganggu, paling membuat tidak nyaman, paling membuat gelisah, atau paling membuat kesal.

  3. Lakukan penanganan
    Setiap stres mikro memerlukan cara penanganan sendiri-sendiri, tergantung pada penyebab dan kondisi Anda. Beberapa bisa dilakukan dengan mencegah, beberapa harus dihadapi langsung. Sebagai contoh, kalau Anda sangat terbebani oleh rekan kerja yang senang menyebarkan stres dengan mengeluh, ada dua langkah yang bisa diambil. Pertama, hindari bertemu dengan dia. Semakin jarang bertemu, semakin kecil stres yang Anda hadapi. Kedua, kalau sulit dihindari karena, misalnya, tempat kerja Anda berdekatan, Anda bisa langsung menyampaikan kepada sumber stres tersebut. Misalnya dengan mengatakan:” Mulai sekarang saya tidak mau mendengarkan keluhan kamu lagi.”

Terkadang mengatasi stres mikro memerlukan tindakan dan nyali besar. Misalnya saja, atasan Anda memerintahkan Anda untuk melakukan kecurangan yang tidak sesuai dengan suara hati Anda. Kalau Anda menolak, kemungkinan Anda akan mendapat pembalasan berupa penilaian kinerja yang buruk atau bahkan dipindahkan. Ini memang pilihan yang tidak mudah. Kalau Anda menjalankan perintah yang bertentangan dengan hati nurani, maka sepanjang hidup Anda akan gelisah. Kalau Anda tidak menurutinya, Anda bisa dikucilkan atau dipindah ke bagian lain, atau difitnah dan dikeluarkan. Pilihan akan jatuh pada keputusan Anda sendiri. Tetapi Amy Galo, pakar kesehatan kerja dari Harvard University menyarankan Anda untuk keluar dari pekerjaan yang membahayakan kesehatan fisik dan mental Anda.

Sebagai catatan penutup, untuk mencapai kesejahteraan kerja, Anda tidak bisa mengabaikan dampak dari stres mikro. Dalam jangka panjang, apabila tidak dikelola dengan baik, stres mikro dapat merusak kesehatan mental dan fisik Anda. Salah satu cara yang ampuh adalah dengan mengubah pola pikir. Sumber stres mikro bukanlah takdir. Kalau Anda bertemu dengan orang yang menguras emosi, itu bukan takdir Anda. Anda memiliki pilihan untuk mengelola dan mengatasinya.

#MunawirHaris #HRManufakturIndonesia #PsikologiManajemen #MengatasiStresMikro

Referensi HR

Kategori :

Psikologi Manajemen

Tanggal :

05 Juni 2023

Join HRManufaktur PRO

HR Manufaktur Indonesia hadir untuk mendampingi para profesional HR manufaktur untuk menguasai pengetahuan dan kompetensi baru tersebut