
Apakah Anda pernah menjalani gejala seperti ini? Badan terasa letih amat sangat. Tidak tahu harus melakukan apa. Tidak bisa konsentrasi. Sulit tidur malam. Kesal, uring-uringan tanpa sebab yang jelas. Malas kerja, dan merasa tidak berdaya. Kalau simtom itu menerpa, mungkin Anda sedang mengalami kelelahan mental alias burnout. Jangan biarkan. Segera atasi karena pengabaian burnout bisa membawa konsekuensi yang lebih serius seperti stres berat bahkan depresi.
Sebenarnya burnout merupakan gejala lumrah karyawan, terutama yang berambisi untuk mengejar karier. Mereka bekerja terlalu keras, sehingga tanpa disadari ‘kena mental’. Namun kelelahan mental tidak hanya disebabkan oleh overload pekerjaan. Ada sebab lain yaitu kejenuhan dan merasa diabaikan. Mari kita kenali tiga jenis kelelahan mental tersebut dan pelajari cara mengatasinya.
Kelelahan mental kelebihan beban kerja (overload burnout)
Kelelahan mental jenis ini paling umum dialami karyawan. Mereka merasa terus-menerus harus menyelesaikan banyak pekerjaan pada waktu yang ketat. Mereka diserang panik karena takut gagal. Overload burnout biasanya menimpa karyawan yang berdedikasi tinggi yang merasa berkewajiban untuk bekerja dengan kecepatan tinggi tiada henti. Akibatnya, mereka mendorong diri sendiri sampai ke titik lemah.
Karyawan yang kelebihan beban cenderung mengatasi dengan melampiaskan emosinya kepada orang lain (yaitu mengeluh tentang betapa lelah dan kewalahannya). Repotnya, orang dengan tipe ini justru mencari cara untuk menyelesaikan pekerjaa lebih cepat, mengambil lebih banyak pekerjaan dan tanggung jawab. Keadaan ini justru memperburuk stres yang ditanggungnya.
Tanda-tanda yang harus diperhatikan dari overload burnout adalah:
- Mengabaikan kebutuhan atau kehidupan pribadi demi memenuhi tuntutan pekerjaan
- Berani berkorban apa saja demi ambisi dan karier.
- Membahayakan kesehatan dan kesejahteraan demi mencapai tujuan
Bagaimana cara mengatasinya?
Para peneliti mencatat ada dua jalan keluar dari kelelahan mental kelebihan beban. Pertama, adalah olah pikir. Anda dapat mengatur kembali cara berpikir mengenai pekerjaan. Misalnya, Anda meyakini bahwa kerja keras sepanjang waktu adalah satu-satunya kunci sukses. Ubahlah cara berpikir ini menjadi "menikmati hidup membantu saya menjadi lebih sukses". Lagi pula, istirahat yang cukup bukanlah hadiah keberhasilan, tetapi merupakan prasyarat untuk berkinerja baik.
Kedua, adalah olah rasa. Banyak orang yang mengidentifikasikan dirinya dengan pekerjaan yang dilakoninya. Seorang manajer hubungan industrial misalnya, mengidentifikasikan dirinya dengan ketenteraman kerja. Sebagai akibatnya ketika di tempat kerja terdapat isu pemogokan, harga dirinya terganggu, Untuk mempertahankan harga dirinya itu dia bekerja dengan mengerahkan segala tenaga, pikiran, dan mentalnya.
Sangat penting untuk memisahkan harga diri dari pekerjaan Anda. Dengan belajar menjaga jarak tertentu, Anda dapat menghindari keterlibatan emosi yang berlebihan dan mencegah kelelahan. Berusahalah mendiversifikasi identitas Anda. Misalnya, selain sebagai manajer hubungan Industrial, misalnya, Anda juga seorang ayah, atau ketua RT. Olah rasa untuk memaknai bahwa pekerjaan bukanlah segala-galanya akan menyelamatkan Anda dari kelelahan mental.
Kelelahan mental akibat kurang tantangan
Tipe burnout seperti ini banyak ditemukan pada perusahaan manufaktur dengan sistem ban berjalan. Setelah menjalani pekerjaan yang itu-itu saja, karyawan menjadi jenuh. Pekerjaan yang dilakoni menjadi terlalu enteng. Memang, burnout karena kurang tantangan merupakan kebalikan dari kelebihan beban. Ketika pekerjaan yang dijalankan itu-itu saja, karyawan menjadi kehilangan motivasi. Orang dengan burnout yang kurang tantangan menjadi merasa kurang dihargai, frustrasi, dan bekerja tanpa makna.
Tanda-tanda yang harus diperhatikan dari kelelahan mental akibat pekerjaan yang terlalu ringan adasebagai berikut:
- Tidak ada minat untuk bekerja dengan sungguh sungguh
- Tidak menemukan gairah di pekerjaan
- Merasa pekerjaan yang dijalani menghambat kemajuan
Banyak perusahaan manufaktur mengurangi kelelahan mental jenis ini dengan melakukan rotasi rutin. Tetapi apa yang harus Anda lakukan jika perusahaan tidak memikirkan masalah ini?
Bagimana cara mengatasinya?
Pertama, buat target untuk mempelajari cara-cara baru dalam menyelesaikan pekerjaan Anda. Ambil inisiatif sendiri dan kalau memungkinkan minta dukungan pada atasan. Kalau dukungan tidak juga diberikan, tetap lakukan, sebisa mungkin tidak mengganggu kerja rutin Anda.
Kalau hal-hal baru yang Anda pelajari terkait dengan pekerjaan tidak membuat Anda bergairah, pelajari hal-hal baru yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan Anda. Tidak masalah, karena ini terkait dengan kesehatan mental. Misalnya Anda mempelajari bahasa baru. Buat target sendiri yang menantang untuk menguasai materi tersebut.
Dua cara tadi sebaiknya dilakukan bersifat sementara. Apabila kejenuhan terus berlanjut, Anda minta pindah bagian untuk mendapatkan variasi pekerjaan. Kalau tetap bisa dipenuhi, cobalah berpikir untuk pindah kerja. Kesehatan mental Anda jauh lebih penting.
Kelelahan mental akibat diabaikan
Jenis kelelahan mental ketiga disebabkan karena karyawan merasa harus berjuang sendiri untuk menjalankan pekerjaannya. Karyawan tidak diberi dukungan fasilitas yang memadai, tanpa pengarahan dan panduan yang memadai. Karyawan secara terus menerus merasa kesulitan untuk memenuhi harapan atau target. Seiring waktu, karyawan jadi merasa tidak kompeten, frustrasi, dan tidak pasti.
Tanda tanda dari kelelahan karena pengabaian yang harus diperhatikan adalah:
- Gampang putus asa ketika situasi kerja tidak berjalan sesuai rencana
- Gampang menyerah dalam menanggapi rintangan atau kemunduran di tempat kerja
- Kehilangan semangat saat bangun di pagi hari untuk menjalani hari di tempat kerja
Bagaimana cara mengatasinya?
Seperti pada kelelahan mental akibat kelebihan kerja, Anda bisa menggunakan dua jalan yaitu olah pikir dan olah rasa, dengan pertimbangan yang berbeda. Terkait olah pikir, coba renungkan kembali kegagalan selama ini apakah karena Anda tidak mampu, atau karena memang pekerjaannya tidak masuk akal. Kalau fasilitas dan dukungan perusahaan tidak memadai, itu bukan kegagalan Anda, tetapi kegagalan perusahaan.
Untuk pekerjaan selanjutnya, hitung dengan benar dukungan yang diperlukan agar pekerjaan bisa sukses. Anda harus buat perencanaan yang baik berikut risikonya. Apabila dukungan dan fasilitas yang dibutuhkan tidak disediakan, cobalah bernegosiasi untuk mendapatkannya. Bisa juga Anda menegosiasikan target disesuaikan dengan fasilitas yang tersedia.
Berikutnya terkait olah rasa. Ketika hasil pekerjaan tidak sesuai harapan, jangan otomatis menyalahkan diri sendiri. Pertimbangkan pula kewajiban atasan, rekan kerja, perusahaan yang ikut berkontribusi pada kegagalan tersebut. Tetapi ingat, lakukan penilaian secara obyektif.
Dalam kondisi semacam itu, penting sekali bagi Anda untuk menjaga self-esteem (rasa percaya diri), pikiran positif dan optimisme.
Sebagai catatan akhir, sebagai karyawan penting sekali bagi Anda untuk menjaga kesehatan mental sendiri. Tujuan bekerja bukanlah sekedar mencari uang atau karier, tetapi kebahagiaan dan makna hidup.
Diolah dari: https://hbr.org/2022/08/3-types-of-burnout-and-how-to-overcome-them
#MunawirHaris #HRManufakturIndonesia #PsikologiManajemen #MengatasiKelelahanMental
Referensi HR
Kategori :
Psikologi Manajemen
Tanggal :
30 Mei 2023
Join HRManufaktur PRO
HR Manufaktur Indonesia hadir untuk mendampingi para profesional HR manufaktur untuk menguasai pengetahuan dan kompetensi baru tersebut